Senin, 31 Mei 2010

INSTALANSI dan KONFIGURASI BIND 9

A. Pendahuluan

DNS (Domain Name System, bahasa Indonesia: Sistem Penamaan Domain) adalah sebuah sistem yang menyimpan informasi tentang nama host maupun nama domain dalam bentuk basis data tersebar (distributed database) di dalam jaringan komputer, misalkan: Internet. DNS menyediakan alamat IP untuk setiap nama host dan mendata setiap server transmisi surat (mail exchange server) yang menerima surat elektronik (email) untuk setiap domain.

DNS menyediakan servis yang cukup penting untuk Internet, bilamana perangkat keras komputer dan jaringan bekerja dengan alamat IP untuk mengerjakan tugas seperti pengalamatan dan penjaluran (routing), manusia pada umumnya lebih memilih untuk menggunakan nama host dan nama domain, contohnya adalah penunjukan sumber universal (URL) dan alamat e-mail. DNS menghubungkan kebutuhan ini.

Jenis-jenis catatan DNS

Beberapa kelompok penting dari data yang disimpan di dalam DNS adalah sebagai berikut:

· A record atau catatan alamat memetakan sebuah nama host ke alamat IP 32-bit (untuk IPv4).

· AAAA record atau catatan alamat IPv6 memetakan sebuah nama host ke alamat IP 128-bit (untuk IPv6).

· CNAME record atau catatan nama kanonik membuat alias untuk nama domain. Domain yang di-alias-kan memiliki seluruh subdomain dan rekod DNS seperti aslinya.

· '[MX record]] atau catatan pertukaran surat memetakan sebuah nama domain ke dalam daftar mail exchange server untuk domain tersebut.

· PTR record atau catatan penunjuk memetakan sebuah nama host ke nama kanonik untuk host tersebut. Pembuatan rekod PTR untuk sebuah nama host di dalam domain in-addr.arpa yang mewakili sebuah alamat IP menerapkan pencarian balik DNS (reverse DNS lookup) untuk alamat tersebut. Contohnya (saat penulisan / penerjemahan artikel ini), www.icann.net memiliki alamat IP 192.0.34.164, tetapi sebuah rekod PTR memetakan ,,164.34.0.192.in-addr.arpa ke nama kanoniknya: referrals.icann.org.

· NS record atau catatan server nama memetakan sebuah nama domain ke dalam satu daftar dari server DNS untuk domain tersebut. Pewakilan bergantung kepada rekod NS.

· SOA record atau catatan otoritas awal (Start of Authority) mengacu server DNS yang mengediakan otorisasi informasi tentang sebuah domain Internet.

· SRV record adalah catatan lokasi secara umum.

Catatan TXT mengijinkan administrator untuk memasukan data acak ke dalam catatan DNS; catatan ini juga digunakan di spesifikasi Sender Policy Framework.

Jenis catatan lainnya semata-mata untuk penyediaan informasi (contohnya, catatan LOC memberikan letak lokasi fisik dari sebuah host, atau data ujicoba (misalkan, catatan WKS memberikan sebuah daftar dari server yang memberikan servis yang dikenal (well-known service) seperti HTTP atau POP3 untuk sebuah domain.

Perangkat lunak DNS

Beberapa jenis perangakat lunak DNS menerapkan metode DNS, beberapa diantaranya:

Ø BIND (Berkeley Internet Name Domain)

Ø djbdns (Daniel J. Bernstein's DNS)

Ø MaraDNS

Ø QIP (Lucent Technologies)

Ø NSD (Name Server Daemon)

Ø PowerDNS

Ø Microsoft DNS (untuk edisi server dari Windows 2000 dan Windows 2003)

B. Tujuan

Dapat melakukan instalasi serta mampu melakukan setting DNS server pada system operasi Linux

C. Langkah-langkah instalansi dan konfigurasi Bind9

Install DNS Server:

View Code BASH

sudo apt-get install bind9

Konfigurasi DNS Server:

1) Asumsi kita adalah:

View Code INI

IP Address DNS Server Statis

IP Address DNS Server : 192.168.81.81

Nama Website : http://www.ardiansah.co.cc

Network : 192.168.81.0

Gateway : 192.168.81.81

Nama computer : ubuntu

2) Yang pertama di konfigurasi adalah file named.conf.local:

View Code BASH

sudo nano /etc/bind/named.conf.local

3) Buat konfigurasi seperti ini:

View Code BASH

# zona untuk domain -> ip address

zone "ardiansah.co.cc" {

type master;

file "/etc/bind/zones/ardiansah.co.cc.db";

};

# zona untuk ip address -> domain

zone "81.168.192.in-addr.arpa" {

type master;

file "/etc/bind/zones/rev.81.168.192.in-addr.arpa";

};

4) Untuk mengakses DNS Server lain yang isinya lebih lengkap:

View Code BASH

sudo nano /etc/bind/named.conf.options

5) Trus isikan IP Address atau Domain DNS Server lain yang lebih lengkap, misalnya:

View Code BASH

forwarders {

123.456.789.012;

};

6) Supaya DNS Server yang udah dibuat juga bisa mengakses dirinya sendiri:

View Code BASH

sudo nano /etc/resolv.conf

7) Trus isi dirinya sendiri:

View Code BASH

search ardiansah.co.cc.

nameserver 192.168.81.81

8) Akhirnya adalah kita buat zona untuk DNS Server, dengan urutan sebagai berikut:

View Code BASH

sudo mkdir /etc/bind/zones

sudo nano /etc/bind/zones/ardiansah.co.cc.db

9) Trus isikan perintah sebagai berikut:

View Code BASH

$TTL 1500

@ IN SOA ubuntu.ardiansah.co.cc. root (

2007062703

28800

3600

604800

38400

);

ardiansah.co.cc. IN NS ubuntu.ardiansah.co.cc.

ubuntu IN A 192.168.81.81

www IN CNAME ubuntu

10) Kebalikannya adalah:

View Code BASH

sudo nano /etc/bind/zones/rev.81.168.192.in-addr.arpa

11) Isikan perintah sebagai berikut:

View Code BASH

$TTL 1500

@ IN SOA ubuntu.ardiansah.co.cc. root (

2007062703

28800

3600

604800

38400

);

IN NS ubuntu.ardiansah.co.cc.

81 IN PTR ubuntu.ardiansah.co.cc.

12) Akhirnya restart DNS Server:

View Code BASH

sudo /etc/init.d/bind9 restart

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar